Berbagai pengikut sekte New Age
di seluruh dunia heboh mempersiapkan diri menghadapi 21 Desember 2012
yang mereka yakini adalah hari kiamat. Keyakinan ini didasarkan pada kalender
Maya berumur 5.125 tahun yang berakhir hari ini.
Tapi ternyata, kehebohan justru
tidak dirasakan oleh para keturunan suku Maya. Mereka beraktivitas seperti
biasa karena tidak meyakini hari kiamat ditentukan oleh kalender buatan leluhur
mereka.
Diberitakan CNN, keyakinan ini dipegang oleh
penduduk di desa Maya Yaxuna di kota Merida, Meksiko. Mereka meyakini bahwa
kalender tersebut hanyalah soal berakhirnya satu fase dan pembuka fase yang
baru, bukanlah akhir dunia.
"Ini hanyalah sebuah era.
Banyak yang mengatakan bahwa ini adalah akhir dunia, tapi kami tidak
percaya," kata Santos Esteban salah seorang penduduk Yaxuna.
Desa Yaxuna berpenduduk sekitar
700 orang suku Maya, terletak di lokasi bekas kerajaan kuno 2.000 tahun sebelum
masehi. Dunia heboh kiamat, masyarakat suku ini tetap menjalankan kesehariannya
yang sederhana, membakar tortila di api unggun, dan mendirikan rumah beratap
palem buatan tangan.
Hal yang sama dirasakan oleh para
penduduk yang tinggal di lokasi reruntuhan kuil Maya di kota Coba, negara
bagian Quintana Roo, Meksiko. "Itu tanggal kita bekerja, hanya seperti
hari biasa saya," kata Julian Nohuicab, 34, suku maya yang bekerja sebagai
pedagang minuman di tempat itu.
Orang-orang dari seluruh dunia
berdatangan ke tempat ini, berwisata atau mencari wangsit. Suku Maya hanya
geleng kepala dan mengernyitkan dahi ketika ditanya perihal hari kiamat.
"Kami tidak percaya. Tidak
ada yang tahu hari dan jam berapa kiamat. Hanya Tuhan yang tahu," kata
Socorro Poot, 41, suku Maya yang tinggal di desa Holca, sekitar 25 mil dari
Chichen Itza, dilansir Telegraph. (eh)







0 komentar:
Posting Komentar