Mitos dan Kesalahpahaman
Sejumlah
ilmuwan NASA kemudian melakukan tanya-jawab di media sosial melalui video-chat.
NASA memberikan penjelasan mengenai berbagai mitos kiamat, dari kemunculan
planet Nibiru yang menghantam bumi, hingga jilatan lidah matahari.
Menurut
ahli heliophysicist dari NASA, Lika Guhathakurta, memang benar bahwa
matahari sedang dalam fase aktif di siklusnya. Ini berarti energi elektromagnet
akan muncul. Lidah api matahari memang bisa memberikan dampak terhadap benda
elektronik dan sistem navigasi di bumi. Tapi sejumlah satelit melakukan pemantauan
terhadap aktivitas di permukaan matahari tersebut. Satelit ini akan memberikan
peringatan jika ada aktivitas elektromagnet yang berlebih, yang masuk ke
atmosfer dan mendekati bumi.
Guhathakurta
lalu menyatakan, aktivitas matahari memiliki dampak kecil terhadap bumi. Hawa
panas yang pernah ada di bumi pada jutaan tahun silam pun diperkirakan tidak
akan dialami dalam beberapa waktu mendatang.
Sedangkan menurut ahli planet yang melacak objek dekat dengan bumi di Laboratorium Propulsi Jet NASA, Don Yeomans, mengatakan tidak terdapat objek yang mendekati bumi, yang mengancam akan menabrak planet kita pada 21 Desember.
Sedangkan menurut ahli planet yang melacak objek dekat dengan bumi di Laboratorium Propulsi Jet NASA, Don Yeomans, mengatakan tidak terdapat objek yang mendekati bumi, yang mengancam akan menabrak planet kita pada 21 Desember.
"Satu-satunya
asteroid yang diperkirakan akan muncul terdekat di masa depan adalah pada 13
Februari 2013, yang berjarak dengan bumi sekitar 3.963 mil, atau 6.378
kilometer. Dan asteroid itu tidak akan menabrak bumi," kata Don Yeomans.
Rumor
lain adalah akan ada medan magnet yang tiba-tiba berbalik. Sehingga bumi akan
mengalami pergeseran mencapai 30.000 tahun cahaya dan jatuh ke lubang hitam di
pusat galaksi Bima Sakti. Ini juga dianggap sebagai rumor yang salah. Para ahli
mengaku heran dengan isu itu, yang dianggap sama sekali tak masuk akal.
Astronom dari Universitas Foothill di California, Andrew Fraknoi, lalu menjelaskan, kekhawatiran tentang nasib bumi harusnya lebih difokuskan pada masalah perubahan iklim, dari pada jenis bencana akibat peristiwa bencana kosmik. Meskipun perlahan, masalah ini lebih nyata mengancam planet ketiga terdekat dengan matahari ini.
Astronom dari Universitas Foothill di California, Andrew Fraknoi, lalu menjelaskan, kekhawatiran tentang nasib bumi harusnya lebih difokuskan pada masalah perubahan iklim, dari pada jenis bencana akibat peristiwa bencana kosmik. Meskipun perlahan, masalah ini lebih nyata mengancam planet ketiga terdekat dengan matahari ini.
"Ancaman
terbesar bumi di akhir tahun 2012 dan di masa depan adalah manusia itu
sendiri," kata Andrew Fraknoi.







0 komentar:
Posting Komentar