Dunia
kedokteran kini semakin bergerak maju seiring kemajuan teknologi kedokteran
yang makin canggih. Keberadaan akan perangkat teknologi itu menjadi suatu hal
yang dibutuhkan dan menyokong para dokter ahli bedah untuk dapat bekerja tidak
semata-mata mengandalkan jaringan/organ tubuh manusia asli namun dengan
alternatif lain memudahkan para dokter ahli bedah untuk lebih cepat bertindak
dan menolong para pasien yang memerlukan operasi segera tanpa harus menunggu
donor jaringan/organ tubuh manusia.
3D
Bio-printer adalah suatu perangkat teknologi kedokteran yang dirancang dan
dikembangkan oleh perusahan Invitech yang digunakan untuk membuat organ tubuh
artifisial yang dibutuhkan sebagai alternatif organ pengganti pada saat
operasi. Perangkat itu telah mampu menciptakan suatu bentuk organ atau jaringan
artifisial seperti arteri yang dapat dipakai dalam operasi bypass jantung
dalam jangka waktu selama 5 tahun. Sementara organ lain yang lebih komplek
seperti hati, gigi, dan tulang bisa sampai 10 tahun.
3D
Bio-printer adalah suatu karya hasil kolaborasi antara perusahaan teknik
Australia Invetech, sebuah perusahaan rekayasa dan otomatisasi di Melbourne,
Australia, dan Organovo, sebuah perusahaan obat regeneratif yang berbasis di
San Diego, California yang telah menelan biaya sekitar $ 200.000.
Salah satu
pendiri Organovo itu, Gabor Forgacs dari University of Missouri, Organovo
dipilih Invetech di Mei 2009 sebagai mitra pengembangan teknologi yang sangat
terintegrasi, handal dan mudah untuk untuk merancang, mengembangkan sistem 3D
Bio-printer yang kemudian bisa ditransfer untuk memproduksi dan dijual secara
komersial.
Dalam kurun
waktu Delapan bulan, Invetech telah mampu menyelesaikan model produksi 3D
Bio-printer perdananya ke Organovo. Model itu diperuntukkan untuk
sejumlah pengiriman selama tahun 2010 dan 2011 yang telah lalu. Selanjutnya
Organovo akan menempatkan printer tersebut secara global pada lembaga-lembaga
penelitian yang bertugas untuk menyelidki perbaikan jaringan tubuh manusia dan
organ pengganti.
Harapan
besar para ahli bedah transplantasi adalah bahwa mereka suatu hari akan dapat
memesan komponen pengganti tubuh pada saat adanya permintaan operasi. Saat ini,
pasien mungkin menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk organ dari
donor yang cocok. Selama waktu itu kondisinya dapat memburuk. Dia bahkan
mungkin mati. Kemampuan untuk membuat organ-organ seperti yang dibutuhkan tidak
hanya akan meringankan penderitaan, tetapi juga menyelamatkan nyawa. Dan
kemungkinan yang mungkin lebih dekat dengan kedatangan Bio-printer komersial
pertama 3D untuk pembuatan jaringan manusia dan organ.
3D
Bio-printer memungkinkan para ilmuwan di bidang kedokteran untuk
menempatkan sel-sel hampir untuk setiap jenis/tipe sel ke pola 3-dimensi sesuai
yang diinginkannya. Mereka dapat menempatkan sel-sel hati pada alat tersebut,
sel-sel ginjal atau bentuk lapisan yang berdekatan dengan sel epitel dan stroma
jaringan lunak yang tumbuh menjadi gigi orang dewasa, “jelas CEO Organovo,
Keith Murphy. Hasil akhirnya akan digunakan oleh para dokter bedah untuk
berbagai penggunaan dan analisis jaringan sel tubuh manusia dan cara terbaik
untuk melakukannya adalah dengan mendapatkan sejumlah bio-printer ke tangan
peneliti dan memberi mereka kemampuan untuk membuat jaringan 3-dimensi
berdasarkan kebutuhannya.”
Menurut
Murphy, 3D Bio-printer ini memiliki antar muka yang intuitif yang memungkinkan
para insinyur untuk membangun sebuah model dari konstruksi jaringan. Sebelum dimulai,
printer membentuk konstruksi fisik organ sel-sel secara otomatis lalu sinar
laser akan mencetaknya. Dengan sistem alat tersebut, mampu digunakan untuk
menganalisa sel-sel manusia serta dapat digunakan sebagai hidrogel, perancah
serta dukungan matriks.
Dr Atala dan
rekan-rekannya di Wake Forest Institute for Regenerative Medicine di North
Carolina membuat kandung kemih baru bagi Tujuh orang pasien. Mereka memulai
proses, dengan mengambil sampel kecil jaringan dari kandung kemih pasien
sendiri (sehingga organ yang tumbuh dari bagian itu tidak akan ditolak oleh
sistem kekebalan tubuhnya). Dari sini ia mengekstrak sel prekursor yang dapat
membentuk otot di bagian luar kandung kemih dan sel-sel khusus di dalamnya.
Bila sel-sel ini telah dibiakkan di laboratorium, mereka dicat ke dalam kandung
kemih biodegradable berbentuk perancah yang dihangatkan sampai suhu tubuh.
Sel-sel kemudian matang dan berkembang biak. Enam sampai Delapan minggu
kemudian, kandung kemih siap untuk dimasukkan ke pasien.
Keuntungan
menggunakan Bio-printer adalah mampu menghilangkan kebutuhan akan
perancah/penyokong, sehingga Dr Atala, juga bereksperimen dengan teknologi
inkjet. Mesin Organovo menggunakan sel induk yang diambil dari sumsum tulang
dewasa dan lemak sebagai prekursor. Sel-sel ini dapat dibujuk/diperlakukan
menjadi pembeda ke jenis lain dari sel dengan penerapan faktor pertumbuhan yang
sesuai. Sel-sel yang dibentuk menjadi butiran dengan diameter 100-500 mikron
dan masing-masing mengandung 10.000-30.000 sel. Tetesan-tetesan mempertahankan
bentuk mereka dengan baik dan dengan mudah melewati proses pencetakan
inkjet.
Semoga
artikel ini akan menambah wawasan dan memperkaya khasanah keilmuan pembaca.
Akhirnya penulis mohon maaf atas segala kekurangan penulisan artikel ini. Atas
atensi para pembaca, saya ucapkan terima kasih (Surya Dharma Linggih)







0 komentar:
Posting Komentar